Friday , December 15 2017
Home / Lifestyle / Beauty & Health / Lebih Sehat dengan Slow Food

Lebih Sehat dengan Slow Food

Lebih Sehat dengan Slow Food
Lebih Sehat dengan Slow Food

Lupakan fast food, kini saatnya hidup lebih sehat dengan slow food.

Gaya hidup serba instan telah menuntun kita menerapkan pola makan yang serba praktis. Seperti fast food yang menjadi makanan andalan dengan alasan menghemat waktu. Padahal, di balik kepraktisannya, konsumsi fast food menjadi investasi yang buruk bagi kesehatan. Bahan makanan yang tidak berkualitas, proses pengolahan makanan yang tidak layak, bahkan cara makan yang tergesa-gesa seperti dikejar waktu lambat laun menimbulkan berbagai penyakit degeneratif. Nah, sebelum terlambat, saatnya mengubah pola makan yang jauh lebih bersahabat bagi tubuh dengan slow food.

Makan lebih rileks, lebih sehat

Istilah slow food mengacu pada pola makan yang kembali ke hakikat asal yakni makan bukan sekadar perut kenyang melainkan untuk memenuhi nutrisi tubuh. Bertolak belakang dengan fast food, konsep slow food menerapkan cara makan dengan ritme alami yang rileks dan benar-benar menikmati setiap sendok makanan yang masuk ke dalam tubuh. Lebih lanjut lagi, konsep slow food memperhatikan pula bahan makanan yang segar dan alami serta proses pengolahan yang sehat, misalnya tidak menggunakan bumbu instan saat memasak seperti yang biasa dilakukan ibu dan nenek kita di masa lampau.

Mengingat fast food mengarahkan pada produksi bahan baku secara terburu-buru untuk mengejar produksi, praktis penanaman sayur dan buah dibantu pestisida yang mempercepat pertumbuhannya. Begitupula ternak dikembangkan dengan suntikan hormon sehingga berbahaya bagi tubuh. Sementara mengacu slow food, tanaman serta ternak dibiarkan tumbuh sesuai ritme alam dan tak memerlukan lagi obat-obatan kimiawi. Dengan begitu tubuh tentu lebih sehat.

 

Inilah tiga langkah konkret yang perlu dilakukan untuk menerapkan slow food:

1 . Gunakan bahan makanan segar/organik

Sebisa mungkin gunakan bahan makanan yang didatangkan dari lokal dibandingkan dari luar kota ataupun diimpor dari luar negeri supaya lebih segar. Lebih baik lagi bila Anda mendapatkan suplai langsung dari petani. Sebab bahan makanan dalam kondisi segar yang baru dipanen atau belum lama dipanen memiliki kandungan nutrisi yang masih terjaga. Jadi, sebaiknya pilih titik rantai distribusi terpendek agar kondisinya masih segar. Sementara produk impor harus melalui jarak tempuh cukup jauh yang akan mempengaruhi kesegaran bahan makanannya. Bahkan untuk menyiasati agar tetap terlihat segar terkadang diberikan bahan pengawet. Selain lebih segar, pilihlah bahan makanan yang lebih sehat dan steril dari pestisida seperti organik. Untuk mendapatkan kualitas yang jauh lebih baik disarankan memilih bahan makanan yang sedang musim.

2. Lupakan bumbu instan dan MSG

Bumbu instan dalam kemasan yang mengandung MSG (monosodium gultamate) sebagai penyedap rasa masakan memang sangat praktis. Namun penggunaan yang berlebihan dapat memicu munculnya berbagai penyakit. Supaya lebih bermanfaat bagi tubuh, bumbu yang terbuat dari bahan sintetis diganti dengan bumbu dari bahan alami seperti bawang merah, bawang putih, lada, jahe, ketumbar, serta rempah-rempah lain yang tak kalah lezat sebagai penyedap rasa. MSG yang terbuat dari asam glutamat dan garam sebenarnya bisa digantikan dengan garam dan gula yang lebih aman bagi tubuh.

3. Makanlah dengan rileks

Ubah kebiasaan makan cepat dengan lebih perlahan agar dapat mengunyah lebih maksimal. Semakin lama mengunyah, saliva (air liur) akan diproduksi semakin banyak. Enzim alpha amilase dan lingual lipase dalam air liur akan memecah partikel makanan khususnya karbohidrat dan lemak sehingga dapat melembutkan tekstur makanan. Sehingga lebih mudah dicerna dan mempermudah kerja organ pencernaan, serta proses penyerapan nutrisi yang terkandung dalam makanan menjadi lebih optimal.

Selain itu, saat mengunyah makanan dengan benar, hidrogen karbonat dalam air liur menghambat pembentukan plak dan dapat membunuh bakteri berbahaya dalam mulut sehingga dapat membantu melawan bau mulut. Bonusnya lagi, ketika makan perlahan, otak akan mengirimkan sinyal yang membuat Anda merasa lebih kenyang, sehingga Anda dapat mengurangi porsi makan yang membantu dalam menurunkan berat badan.

About jakfash

Check Also

Masker Rambut Alami untuk Rambut Kering

Masker Alami untuk Rambut Kering

Masker rambut memang dirasa ampuh untuk membuat rambut menjadi indah. Namun sudah kah anda mengenali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *